Ø Ultah RCTI tahun 1995 di Candi Prambanan
Artis :Sardono W Kusumo, Chrisye, Erwin Gutawa, & Guruh Soekarno Poetra Art Director : Jay Subiakto
Pertunjukan yang masih berkesan buat saya sampai saya ini. Sampai sekarang saya masih belum berhasil mendapatkan rekaman pertunjukannya, berhubung akses ke library RCTI nya mentok.
Ketika menonton saat itu, pertama kalinya saya mendengar lagu Chopin Larung karya GSP yang dinyanyikan Alm Chrisye. Berhubung internet belum marak, saya mencari tahu inforamsi lagunya di sekitar Pasar Cihapit tempat bursa kaset bekas. Bang John- pemilik toko kaset bekas,yang memberi tahu lagu tersebut. Album Guruh GypsY memuat lagu tersebut. Nara sumber terpercaya, sampai2 di kamar Bang John terpasang poster Guruh Gypsi yang diambil dari majalah Aktuil.
Perlu 3 tahun untuk saya memiliki kaset bekas Guruh Gypsy, karena langka di pasaran.
Beruntung saya masih bisa mengenang Alm Chrisye bersenandung
Yen Chopin padem ring Bali
kerarung saking Daksina
Titiang mengenang Bali
sunantara wong ngrusak - asik negara
Sang jukung kelapu - lapu
Santukan Baruna kroda
Nanging Chopin nenten ngugu
kadang ipun ngrusak seni - budaya
Risedeg sang jukung kampih
ring Legian - Kayuaya
'te - lonte ring sisin pasih
anak lacur melalung ngadolin ganja
Chopin ten uning ring Bali
wong putih mondok ring Kuta
Asing lenga lali ring Widi
tan urungan jagi manemu sengkala
Gending Chopin maring ati
nabuhang wirama duka
Duh nyama braya ring Bali
dong sampunang banget nunaning prayatna
Sekilas lagu ini menceritakan perasaan khawatir budaya local yang luhur terkontaminasi dengan komodifikasi budaya barat yang sangat populer.
Ø 347/EAT
Kebiasaan saya yang jarang sekali berbelanja baju baru, karena lebih cenderung membeli baju bekas dengan banyak alasan. Salah satu alasan paling hip dengan isu saat ini Global warming yaitu kalo baju baju bekas orang gak di pakai ulang, pemborosan kapas kan !! Itung itung turut aktip melakukan Re-Use Campaign. Padahal mana pernah kepikiran , sebelum Al Gore sukses meracuni otak kita dengan virus baik kepedulian lingkungan.
Perasaan lain ketika saya mencoba 347/EAT yang dulunya hanya disebut 347. Saya mengikuti betul perkembangan produksi mereka. Saya masih menyimpan produk tas awal mereka sekitar tahun 1997, kaos mereka yang masih saya simpan dan tetap dipuji banyak orang.
Menyebut merk lokal ini sekarang sepertinya sudah menjadi kebanggan nasional, bukan hanya saja mereka yang berasal dari Bandung. Selanjutnya buka http://www.clearafterhours.com/2007/11/347eat-dan-dendy-darman-busine.php
Ø Mang Udjo
Meskipun Angklung pernah diisukan akan dipatenkan sebagai alat musik asli Malaysia. Mang Udjo membuktikan siapa yang lebih piawai memainkan alat musik yang dibuat oleh Alm Daeng Sutigna.
Selanjutnya buka http://www.angklung-udjo.co.id/ http://www.youtube.com/watch?v=A7F8VbQJwXo
Ø Soundshine - Konser Kings of Convinience
Ditengah penyeleggara konser konser akbar musik terkini yang hanya mendatangkan penyanyi-penyanyi yang dianggap selalu laku jika mengadakan konser, sekitar bulan Februari tersiar kabar KOC akan manggung di Jakarta. Yang terjadi kemudian tiket terjual habis dalam waktu satu minggu. Saya adalahs alah sayu orang yang kurang beruntung mendapat tiketnya. Pasrah saja!!
2 minggu kemudian, mereka yang sama tidak beruntungnya dengan saya mendapat kesempatan yang lebih baik yaitu KOC akan berkunjung untuk konser di Bandung. Senyum saja kemudian.
Berkesan di hati seperti cuaca di Bandung yang masih menjadi idaman banyak orang di mana pun, itu saja yang bisa disampaikan.

Ø Pesta Pelajar – Majalah HAI
Ketika pentas seni masih belum disebut PenSi, di awal tahun 90an Majalah HAI mengadakan sebuah acara di lapangan Saparua Bandung. SMA-SMA popular berkumpul dan masing-masing menunjukan kegiatan ekstrakulikuler yang dijagokan. Saat itu lagu yang sangat popular adalah Bohemian Rhapsody yang diremake dan dijadikan OST Wayne’s World.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar