Selasa, 26 Agustus 2008

Helarfest 2008


Hampir setiap akhir minggu di Juli-Agustus, saya pulang ke Bandung untuk sekedar menghibur diri hadir di beragam acara Helarfest 2008 yang menarik hati dan menyegarkan mata. Saya banyak melewatkan banyak acara yang digelar di hari kerja, jadi saya berusaha khusyuk menikmati acra yang digelar pada Sabtu-Minggu.

Tidak hanya melihat gambar monyet yang beredar di Bandung saat ini. Monyet dengan mata berbinar-binar yang saat tampil dimana mana ini bernama Surili, maskot Helar Festival 2008. Surili dipilih diantaranya karena spesies asli Jawa Barat dan memiliki karakter binatang yang senang bercanda dan senang berkumpul yang menjadi sebagian representasi orang Sunda.

Khususnya saya menanggapi, tidak usah kecil hati dan gampang tersinggung disebut monyet. Mengikuti sekelompok orang dan mengutip judul novel Mereka Bilang saya Monyet, seharusnya saya menjadi monyet yang membanggakan bagi sekitar dan lebih banyak bertindak.

Surili dengan berbagai pose tergambar di materi promosi Helarfest yang menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif yang berkembang dalam lingkup kota Bandung. Peristiwa monumental ini disebut sangat membanggakan dalam pidato Ibu Presiden, Ani Yudhoyono dalam pembukaan Pameran Ekonomi Kreatif Indonesia 2008 pada 7 Agustus 2008 di Jakarta. Saya ikut bangga !! dalam hati saya tidak bisa menahan rasa itu. Bukan berarti saya mencintai Ibu Presiden, dipastikan karena saya kagum melihat mereka yang bekerja, semua ini demi Bandung. Saya bangga sebagai warga Bandung bisa mengalami peristiwa ini, padahal tidak sedikit yang terlibat bukan orang Sunda atau warga Bandung tapi mau bekerja demi Bandung.

Disaat bersamaan dengan Helarfest yang berlangsung dari Juli – Agustus 2008 ini, di luncurkan juga film animasi Kabayan dan Liplap. Film hasil pemikiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Mentri Perindustrian & Perdagangan, Marie Elka Pangestu. Film ini juga menjadi salah satu kampanye kebanggaan nasional atau National Pride Campaign.

Tokoh rekaan asal Sunda, Kabayan sangat dekat bagi mereka orang sunda. Apakah peristiwa ini membuat saya harus bangga untuk kesekian kalinya kemudian disusul dengan menitikkan airmata sebagai aksentuasi rasa haru biru seperti warna jeans Sixteen d’Scale? Tidak hanya membuat saya bangga tapi juga bersemangat. Wujud nyata sebagian impian Bandung terus memiliki tokoh rekaan selain Kapten Bandung dalam bentuk komik, Kabayan animasi melengkapi kepuasan visual dilengkapi dengan impian Bandung melalui Helarfest 2008 dengan banyak aktivitas, mulai dari festival budaya tradisional masyarakat Sunda, festival industri clothing independent, konser musik, pemutaran film, pameran arsitektur dan seni visual, proyek seni ruang publik hingga seminar urban planning dan budaya kreatif.

Kerja keras yang telah dilakukan oleh semua tim dibalik kegiatan luar biasa, termasuk menjadikan Surili dan Kabayan berada pada posisi menyaingi tokoh tokoh rekaan popular seharusnya diberi rewards. Rasa bangga dari saya sepertinya tidak sepadan dengan apa yang telah mereka lakukan. Lebih dari itu, doa dihaturkan untuk mereka untuk terus bekarya dan bekerja untuk banyak kebaikan terwujud di Bandung.

Sumber:

www.helarfest.com

www.depperin.go.id


Tidak ada komentar: