Rabu, 28 Januari 2009

Buncit tapi Keren :Manic Street Preachers -Singapore Nov 2008

Keputusan nekat dengan sedikit perhitungan saya ambil ketika nilai ukar rupiah menurun adalah menonton Manic Street Preachers di Singapore. Untuk memenuhinya, saya merancang perjalanan lewat Batam, menginap di apartemen teman, dan makan sederhana plus extra mie instan yang saya bawa khusus dari Jakarta. Tidak aneh, karena disemangati oleh kehadiran band yang segera akan merilis album ke sembilan dan video dokumenter ‘No Manifesto’.

Band yang lahir tahun 1986 untuk pertama kalinya menggelar konser di Singapore 24 November 2008. Saya meyakini bahwa penggemar penggemar dari Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyaksikan band yang memiliki semangat working class karena latar belakang ekonomi.

Fort Canning Park dipilih sebagai tempat konser sudah saya datangi jam 5 sore. Ternyata antrian penonton untuk masuk sudah terbentuk, saya menjadi orang ke duabelas. Pukul enam sore pintu masuk dibuka dan semua orang bergegas menghampiri merchandise booth. Setelah saya membayar satu buah kaos, saya langsung menuju pagar pembatas panggung terdepan. Sambil menunggu saya duduk bersandar pada pagar dan ngobrol dengan penononton disebelah kiri dan kanan saya yang juga datang dari Jakarta.

Konser dimulai pada jam 8 dengan band pembuka Vertical Rush dari Singapore.Setelah selesai band pembuka, kru panggung mulai menyiapkan berbagai peralatan panggung dan tata lampu untuk Manic Stret Preachers, dan tidak ketinggalan stand mic lengkap dengan selendang bulu-bulu yang menjadi salah satu signature accessories Nicky Wire, pembetot bas.

Sambil menunggu persiapan, penonton dihibur oleh mc yang melempar beberapa CD Send Away The Tigers lengkap dengan tanda tangan personil Manic Street Preachers. Meskipun saya tidak dapat CD nya, tapi saya tetap terhibur karena Motorcycle Emptiness menjadi lagu pembuka. Disusul Found That Soul, La Tristesse Durera ( Scream to a Sigh), dan Faster. Empat lagu dengan tempo cepat berhasil membuat penonton berteriak. Begitu pun dengan James Dean Bradfield dengan vokal prima berkomentar salut pada penonton yang langsung panas dalam arti denotasi dan konotasi. Meskipun badanya menggempal dan sedikit buncit, 2 hal itu tidak berpengaruh dengan kualitas vokalnya, sedangkan Sean Moore tetap menjaga ketukan drum dengan tepat. Eyeliner, glitters, dan gold sneakers menambah lengkap permainan bas Nicky Wire.

sumber foto : satriaramadhan.multiply.com/photos/album/137#5

Intro lagu You Stole The Sun From Heart dimainkan, sekelibat saya bernyanyi kecil lagu favorit saya, Teman Tapi Mesra. Mirip bukan berarti meniru, saya pikir lagunya bisa diremix MSP vs Maia!! eVerything Must Go, lagu yang dijadikan judul album keempat dan menjadi album favorit saya dinyanyikan. Ocean Spray dan The Masses Against The Classes dinyanyikan berikutnya dengan sentuhan efek lampu backlight yang menyilaukan. Sampai dengan lagu ke delapan penonton sebelah saya masih memotret dari lagu pertama. Saya berkomentar, “ wah tidak perlu motret, nanti tinggal tag dari Satria Ramadhan”. Saya nikmati saja konsernya .

sumber foto :satriaramadhan.multiply.com/photos/album/137#35

Sang vokalis yang juga mengeluarkan album solo, James Dean mengganti gitar listriknya dengan gitar akustik, kemudian membawakan lagu Penny royal Tea yang aslinya adalah lagu Nirvana. Kevin Carter menjadi lagu berikutnya sekaligus lagu ke dua yang menggunakan nama orang. Antusias penonton terus berlanjut ketika A Design For Life dibawakan. Lagu yang membuat Manic Street Preachers semakin harum namanya di Indonesia, ketika Brit Pop merajai panggung-panggung di Dago Tea House, GOR Saparua, dan Poster Cafe.

Gitar akustik kembali dipilih vokalis untuk menyanyikan Small Black Flowers That Grow in the Sky dan The Everlasting. Inilah sesi dimana saya bisa melihat Nicky Wire tersenyum terus sambil melihat penonton yang tetap semangat.

Your Alone Alone Is Not Enough dinaynyikan tanpa Nina Persson, kemudian lagu berikutnya masih dari album dengan judul yang sama Send Away The Tigers dibawakan. Umbrella dinyanyikan dengan range vocal yang pasti mengalahkan Rihanna dan sepertinya menjadi gulty pleasure penonton yang mayoritas pecinta rock tapi tetap hapal liriknya.

1985, lagu dengan lirik politis di Inggris dan gambaran pengalaman pribadi setiap personil Manic Street Preachers dinyanyikan James dengan emosional. Lagu favorit saya Lil Baby Nothing dibawakan berikutnya. Disusul dengan Motown Junk yang membuat Nicky Wire melompat-lompat mengikuti semangat penonton. Video klip lagu ini juga sepintas seperti suasana Café O Hara Bandung ketika /rif berjaya dengan lagu-lagu brit pop nya.

Konser ditutup dengan lagu If You Tolerate This, Then Your Childen Will Be Next. James pun berterima kasih berulang-ulang karena penonton yang terus antusias dan Nicky Wire juga Sean Moore pun terlihat kagum. Penonton sepertinya sudah membuncah kepuasannya, setelah harus menunggu 8 album dan lebih dari 1 dekade untuk bisa menikmati konser Manic Street Preachers. Tanpa encore Manic Street Preachers meninggalkan panggung.

Jam menunjukan sekitar pukul sebelas malam, tapi saya pulang tidak sendiri karena beberapa penonton dari Jakarta memutuskan untuk makan bersama. Bahkan ada yang datang dari Medan dan Pangkal Pinang. Semuanya pasti meraskan hal sama seperti lagu You Love Us dari Manic Street Preachers

Keren & Beken - Kylie di Umur Mulai Senja

Salah satu cara untuk bisa meningkatkan perekonomian Indonesia adalah meningkatkan jumlah wirausahawan yang jumlahnya masih dibawah 1% menjadi 2%. Sepertinya cara cepat menjadi kaya itu bukan hanya saja dilakukan oleh mereka yang disebut orang biasa, tetapi saat ini selebriti lokal atau internasional sudah terbiasa dalam membuka wirausaha. Misalnya membuka restoran makanan Sunda, membuka butik, sampai kepada menjual produk retail dibawah kebesaran namanya. Salah satu selebriti internasional yang sukses mengembangkan usahanya selain menyanyi adalah Kylie Minogue. Kemunculannya setelah dinyatakan sembuh dari kanker payudara menambah kharisma perempuan yang konsisten dengan musik dance selama lebih dari 2 dekade.

Wanita mungil ini memiliki pendapatan yang luar biasa, mulai dari penjualan jutaan copy album nya, penjualan retail fashionnya, dan penjualan tiket konsernya yang laris manis tanjung kimpul. Kabar terakhir dari AEG sebuah agen yang menyewa Kylie untuk tampil di Dubai membayar US$ 4.000.000. Darling, merk parfum keluaran Kylie Minogue menduduki 3 besar penjualan parfum yang dikeluarkan oleh selebriti internasional yang nilainya di seluruh dunia mencapai puluhan juta dollar.

Tur konser nya, X juga sukses disambut penggemarnya di seluruh dunia, mulai dari Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, dan Asia. Salah satu kesuksesan konsernya di Asia karena lebih dari 2 dekade Kylie tidak mengadakan konser. Tur konsernya di tahun 2005 dibatalkan karena Kylie didiagnosa awal mengidap kanker payudara. Akhirnya di tahun 2008 Kylie bisa mewujudkannya. Meskipun konsernya di asia sempat diisukan batal karena Kylie mendapat musibah di Bogota, Kolombia. Tas yang berisi paspor dan peralatan pribadinya dicuri. Namun hal tersebut tidak membuat kejadian di 2005 terulang kembali.

Turnya di asia diawali di Bangkok, Singapura, Hongkong, Shanghai, dan Taipei. Penampilan pertamanya di Singapura 25 November 2008 menjadi magnet bagi pecinta Kylie dari Indonesia dan Malaysia yang tidak dikunjungi selama turnya ini. Konsernya yang diadakan di Singapore Indoor Stadium dimulai pada jam 21.00. Tiket sepertinya terjual laris, tempat duduk mulai dari kelas tribun dan VVIP dipenuhi penonton dari berbagai macam bangsa, seperti PBB yang disatukan karena kekaguman terhadap penyanyi wanita bertinggi badan 152 cm. Tiket yang dijual terbagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan harga tiket mulai dari S$100, 150, 330, 550.

Konsernya kali ini memakai panggung standar dengan layar video LED super besar setinggi 10 meter untuk melengkapi penampilannya yang dibagi dalam beberapa babak yaitu babak 1: Xlectro Static, babak 2 : Cheer Squad, babak 3 : Beach Party, babak 4: Xposed, babak 5: Starry Nights, dan babak 6 : Black vs White.

Untuk memperindah penampilannya penyanyi yang juga mengeluarkan koleksi baju dengan mega retail H&M, memilih desainer Jean Paul Gaultier sebagai salah satu pembuat kostum konser. Alhasil, menambah cantik perempuan yang juga pernah menjadi muse untuk fotografer dunia seperti Stephane Sednaoui dan Karl Lagerfeld.

Dalam konsernya di Singapore, Kylie juga menampilkan penampilan dengan kualitas luar biasa. Dukungan tekonolgi dan kecerdasan tim panggung, musik, visual dari Blink TV dan tata lampu yang mampu mengisi penampilan Kylie yang sudah tidak seenerjik dulu atau ketika melihat video klipnya. Konser spekatkuler tetap disajikan, dimulai dengan video raksasa wajah Kylie seperti di cover album Kylie X dan disusul munculnya Kylie dari dalam boombox raksasa di panggung. Yang disambut dengan penonton yang tersontak berdiri dari duduknya.


Speakerphone, Boombox, Can’t Get Out of My Head, In Your Eyes adalah lagu dari babak pertama yang diramaikan dengan penari latar dengan kostum seperti pasukan Star Wars. Kemudian dalam babak 2, Kylie muncul dengan kostum cheer leaders berwarna pink dan menyanyikan HeartBeat Rock, dan Wow.

Kylie yang juga me remake / recycle lagu menyanyikan lagu Copacabana lengkap dengan drama broadway dan tata lampu disko lengkap dengan animasi video grafis yang terus membuat penonton yang kebanyakan merasakan masa remaja di era 80an dan 90an bergoyang. Disusul lagu Loveboat lagu tema dari serial tv yang pernah popular di tv swasta Indonesia tahun 90an. yang membuat penonton bernyanyi bersama sambil duduk beristirahat. Babak 3 ini ditutup dengan lagu Spinning around yang berirama disko klasik dan I Believe in You dalam irama akustik

Babak 4 Kylie mengganti bajunya dengan gaun merah bertopi militer sambil menyanyikan Like a Drug, Slow dan 2 Hearts. Babak berikutnya adalah salah satu babak yang membuat penonton yang tadinya hanya duduk kemudian hampir semuanya berdiri. Menggunakan baju penguin seperti pelatih kuda, Kylie menyanyikan On a Night Like This, Your Disco Needs You, Kids, dan dua lagu di era 90an yaitu Step Back in Time Better The Devil You Know. Sebagai penutup Kylie menyanyikan lagu Love at First Sight, The One dan lagu pamungkas, I Should Be So Lucky yang sepertinya ditungu-tunggu penonton dari awal pertunjukan. Lagu lama menjadi pengobat rindu fans Kylie dari zaman ketika Kylie Minogue, Debbie Gibson, Irene Cara, dll berjaya. Dalam konsernya ini, Kylie hanya menyanyikan 3 lagu nostalgia 80-dan 90an dari total 20 lagu kebanyakan berirama dance yang membuat penonton ikut bernyanyi bersama dari awal sampai akhir konsernya.

Kesuksesan tur nya ini, tidak membuat Kylie beristirahat lama. Salah satu kegiatannya adalah dalam bidang sosial yang didukung dari pengalaman pribadinya. Di awal Desember penyanyi asal Melbourne berduet dengan Coldplay mengeluarkan lagu berjudul Lhuna. Lagu ini penjualannya akan didonasikan ke RED(WIRE), sebuah organisasi digital memdanai penelitian kesehatan untuk pencegahan dan penyembuhan HIV/ AIDS di Afrika.

Setelah dinyatakan bebas dari kanker payudara, , Kylie kemudian kembali menjalani kehidupan pribadi ke kampung halamannya di Melbourne sambil mengerjakan beberapa persiapan untuk konsernya. Keluarga menjadi bagian penyemangat hidupnya. Setelah putus dari Olivier Martinez awal tahun 2007, kemudian dikabarkan menjalin hubungan kembali di awal tahun 2008 setelah 4 tahun bersama, akhirnya hubungannya berakhir pertengahan tahun 2008.

Selang beberapa bulan, Oktober 2008 mantan kekasih alm Michael Hutchence yanga adalah mantan vokalis INXS ini akhirnya mendapatkan pasangan baru, Andres Valencoso seorang supermodel dari Spanyol. Sepertinya saat ini Kylie Minogue tergolong Latin Lover. Kekasih terbarunya yang berbeda 10 tahun juga dikenal sebagai bintang iklan Louis Vuitton, parfum Chanel “Allure” dan parfum Jean Paul Gaultier “Fleur du Male”.

Sukses menggelar konser yang disebut sebagai “comeback concert”, kesuksesan pemeran Charlene Mitchell di serial Neighbors ini menjadi semakin lengkap di 2008 dengan masuknya album Kylie Minogue, X dalam kategori Best Dance Album di 51st Grammy Awards 2009. Ini adalah nominasi ke 5 dan kemungkinan Kylie mendapatkan Grammy kedua sepanjang karir bermusiknya.

Di usia nya ke 40 tahun pada Mei lalu, Kylie Minogue menjadi sosok cantik, fashionable, dan pebisnis ulung. Tidak seperti ungkapan Life Begins at 40, untuk Kylie Minogue Life Begins Anytime, sukses dari usia muda kemudian menjadi diva internasional yang dicintai diseluruh dunia sudah menjadi kenyataannya. Mungkin lebih beruntung Kylie tidak tinggal di Indonesia, karena tidak menghadiri perkumpulan keluarga yang akan dihujani pertanyaan: "Kapan nikah dan punya momongan?"


Terima kasih untuk Nisha"Icha" Rahmanti, Vero "Femina", Margie Mami Niko,& Fristi Sukmadewi

Jumat, 07 November 2008

DAMPAK

Mengingat pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dan kuliah hanya mendapat kategori nilai cukup, salah satu dari tidak banyak hal yang saya hapal di luar kepala adalah makna kata dampak tidak selalu mengacu pada hal negatif. Penggunaan kata dampak negatif lebih sering dibandingkan dampak positif menurut penglihat saya yang terbatas.

Dampak Krisis Global

Sedikit aneh ketika harga minyak mentah turun, Presiden SBY dan para Mentri saya yakini saat ini sedang berkurang kuantitas jam tidurnya. Itu karena apa yang saat ini sedang terjadi dalam perekonomian dunia. Masih beruntung jika dibandingkan dengan para pialang saham yang mungkin kuantitas jam tidurnya nol atau bahkan tidur selamanya. Pasca Lebaran, berita utama mudik mendapat pesaing utamanya, Krisis Global.

Saya tidak mau ketinggalan ketika saat dunia dijuluki “ World is Flat”, saya berusaha di awal2 Oktober untuk mengumpulkan data yang bisa membuat saya mengerti sebetulnya apa yang sedang terjadi. Itulah saya, I don’t do numbers !!
Beberapa istilah yang menarik adalah Subprime Mortgage , Bubble, dan Hot Money, Menurut saya ketiga istilah tersebut sama “sesuatu” nya dengan Rag & Bone, Nylon, dan Hot Chip.

Mulai dari 10 arahan Presiden SBY, anjuran Mentri Ekonomi, Gubernur BI dan lain sebagianya, semuanya berupaya menngendalikan krisis ekonomi yang ada. Ulasan berita dan tulisan di emdia cetak tidak mampu membuat saya mengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi. Ditambah rasa penasaran ketika di kantor saya mendapat pengarahan dari Board of Directors untuk bersiap siap dengan krisis yang ada sampai setahun ke depan. Salah satu persiapannya adalah tidak akan ada kenaikan gaji dan efesiensi energi diberlakukan…nasip!!

Buat saya untuk hal diatas televisi menjadi sumber pengetahuan yang dasar. Saluran televisi berita semuanya membahas hal yang sama. Tapi yang saya mampu membuat saya mengerti adalah Global TV, CNBC, dan Al Jazeera. Ketiganya mampu menterjemahkan bahasa tulisan tajuk utama di koran-koran ke dalam bentuk ilustrasi gambar dan tulisan, menarik mata lah.

Dimulai dari Subprime Mortagage di terjemahkan dengan kondisi perekonomian yang dikuasai kebohongan kapitalis. Awalnya AS maju sebagai Negara kapitalis yang produktif dengan segala kegiatannya. Keuntungan didapatkan As dari hasil penjualan produk dan teknologi. Tapi saat ini AS dikuasai kapitalis spekulatif melalui peredaran kertas berharga dalam jangka panjang. Ketika peredaran kertas berharga ini disalahgunakan dan bodong nampaknya kertas berharga ini berputar dengan derasnya padahal tidak bernilai karena peredaran uang yang nyata tidak ada.Kondisi ini diebut Bubble

Penjelasan diatas cukup sederhana buat saya untuk bisa tetap terlihat faseh ketika diajak ngobrol tentang apa yang terjadi selain topik Miley Cyrus, kacamata dan rencana konser Manic Street Preachers. Untuk mencegah ini saat ini diupayakan bantuan dana likuidasi dikucurkan, untuk membantu peredaran uang tetap ada dan investasi jangka pendek (hot money). AS berharap cemas China menjadi penolong dalam memberikan likuidasi yang besar. Emang paling bener Chinese paling jago ngurus duit!!

Hal ini mengaitkan saya pada Nini-Aki dan Bapak saya yang kurang percaya dengan bank juga sangat percaya dengan kelihaian Chinese soal uang. Mereka lebih senang dan merasa aman melihat uang nyata. Saya pernah mengajak mereka berinvestasi surat berharga, mereka tetap menjadikan tempat tidur sebagai salah satu tempat menyimpan uang.

Dari sekian banyak cara untuk menghadapi permasalahan yang ada, kembali pemerintah menggarisbawahi plus menititikberatkan “Pakailah Ploduk Ploduk Dalam Negeri” . Mungkin saya bisa membantu mengingatkan kembali pasangan ideal himbauan diatas yaitu “Cinta Rupiah by Cindy Cenora"

Dampak Surat Pembaca

Menghabiskan waktu kerja dengan memonitor media menjadi “sesuatu” yang selalu membuat saya semangat dan penasaran. Salah satu yang harus dibaca adalah rubric Surat Pembaca di koran dan majalah. Sangat berbeda diantara kedua media tersebut, Koran lebih didominasi oleh keluhan dan makian, sedangkan majalah lebih banyak diisi pujian yang membahagiakan redaksi yang kemudian memberikan berbagai bingkisan menarik.

Berbeda keadaannya ketika saya membaca rubrik surat pembaca di Teen Vogue edisi Oktober. Dua surat pembaca menunjukan kekecewaannya terhadap majalah yang sedang giat mempopulerkan industi kreatif dan budaya Asia ketika memilih Vanessa Hudgens sebagai cover edisi September. Diantaranya mengungkapkan si artis dianggap tidak pantas karena karir dan reputasinya yang terkenal karena santapan gossip, kemudian mempermasalahkan tidak pantas si artis dijadikan contoh untuk digugu dan ditiru.
Begitulah keterbukaan bagi industri media di AS, saya pikir Teen Vogue tidak akan merasa malu telah mendapat respons demikian dan memperlihatkan komentar pembacanya.

Dampak Penuaan

Setelah lebih dari 10 bulan saya tidak bertemu dan berkumpul dalam kualitas waktu yang baik dengan sahabat gila semasa kuliah dan memasuki awal dunia kerja, satu orang sahabat merencanakan ide berkumpul . Papa Yongki, sebutannya! mengajak saya, Mba Noni, Toni, dan Kakang Rian berkumpul. Ide ini muncul ketika istrinya sudah bisa bekerja kembali di Jakarta setelah melahirkan Justin. Perubahan status menjadi Papa itulah yang membuat Papa Yongki memiliki jam biologis bergaul dan berkumpul mengalami perubahan, alhasil sulit menemui waktu untuk kumpul-kumpul. Sudah terbiasa yang siap berkumpul hanya tinggal saya, sedangkan saya sudah beberapa kali bertemu Papa Yongki. Akhirnya rencana batal karena beberapa alasan, Mba Noni tiba-tiba harus interview narasumber untuk artikel di majalah Esquire, Toni meeting, Kakang Rian tiba-tiba sibuk karena TPI yang Makain Indonesia tempat dia bekerja sangat laris menadaptkan iklan.

Itulah salah satu dari salah banyak kejadian rencana kumpul-kumpul tidak pernah terwujud!! Alasannya segudang, tapi yang buat saya paling yakin adalah karena saya menua, begitu pun dengan teman-teman saya. Bukti saya tua dengan mudah dilihat di KTP, tapi beberapa kejadian semakin meyakinkan pernytaan diatas

Bukti I
Memasuki semester pertama, saya beraktivitas rutin. Bangun jam 5, berangkat kantor jam 7.30, masuk kantor jam 9, pulang jam 6, sampai rumah jam 8. Siklus yang mulai saya nikmati teramasuk kebosanannya. Diajak ngopi-ngopi sepulang kantor sudah tidak saya jalani. Seringnya mulai ngantuk jam 9an. Jadi ngbrol pun tak konsen. Jam 8 seperti biasa nonton Hannah Montana, National Geo, Discovery Travel& Living, sesekali disela iklan saya menonton sinetron SCTV.
Nonton bisokop sudah banyak dilewatkan, terakhir saya nonton Laskar Pelangi sambil ngantuk-ngantuk. Beruntung filmnya indah jadi cukup menahan mata untuk terbelalak sayu. Jangan Tanya saya soal film Box Office.

Bukti II
Hiburan berikutnya yang menemani saya yang cepat ngantuk ini adalah MTV 80’s 90’s dan Friends back2back yang diputar setiap malam. Bernyanyi sendiri bersama Starship, Phil Oakey, Chaka Kan, De Barge, Toad The Wet Sprocket, Gin Blossoms, James, Manic Street Preachers menjadi pelengkap keyakinan saya sudah lebih dari dua dekade tumbuh bersama mereka.
Weys..........untuk berusaha tetap sadar bahwa saya harus terus mengikuti tren yang masih dibuat orang Barat, saya melirik Sindentosca, Amazing In Bed meskipun hanya cukup bukan amazing, Katie Perry, Adele, The Gossips, Tokio Hotel, sekalian kepincut Kanye West- Love Lockdown remix by LMFAO.

Bukti III

Saya jadi ingat ketika Ibu saya bercerita bagaimana hip nya di tahun 70an ketika jaket jeans dan celana cutbray menjadi pakaian wajib yang kemudian terulang di tahun 90an. Begitu pun dengan apa yang terjadi dengan saya saat ini, bagaimana saya mengingat betul hip nya kemeja flannel, serial Beverly Hills, dan Melrose Place (in progress) yang saat ini kembali terulang. The New Classic !!

Bukti IV

Adik saya yang seumur Ulfah istri Sex Pyujifil ituh sudah memiliki dunia sendiri dengan segala drama teenlit nya. Sedangkan adik laki-laki paling kecil sama umurnya dengan anak sahabat saya.

Sudah cukup daftar bukti yang disebutkan, tapi yang terpenting saya berusaha menikmati!! Meskipun bukti sukses yang dikonstruksi banyak orang sehingga harus diaraih oleh mereka yang setua saya, pada kenyataannya masih banyak yang saya tidak miliki, tapi saya pun membela diri dengan bukti sukses yang saya konstruksi sendiri


Pertanyaan yang sering diajukan, sekaligus penggiring pembuktian kesuksesan

Pertanyaan 1: Kerja dimana, manager apa ? Minta kartu namanya ?
Jawaban 1: Kalo ngantor masih jadi pembantu, kalo usaha sendiri hanya memenuhi passion. Kartu nama abis!!

Pertanyaan 2: Datang sama siapa ?
Jawaban 2: Sendiri….
Pertanyaan susulan :…..krik…krik…krik…

Pertanyaaan 3: pake Mobil ?
Jawaban 3: Oh engga, pake motor / ojeg / metro mini / busway.


Pertanyaan 4: Pake dong BB?
Jawaban 4: NGage Classic nya masih jalan(meskipun saat ini sering ngadat)

Pertanyaan yang akan saya ajukan pada diri saya sendiri sebagai penggiring pembuktian kesuksesan

Pertanyaan 1: Sudah bahagiakah orang tua saya dengan keadaan saya?
Jawaban 1: (dengan sangat yakin ) Iyes iyes iyes

Pertanyaan 2: Adakah sahabat sejati yang menerima dalam keadaan apapaun?
Jawaban 2 : Ada dan tidak banyak,tapi mereka akan tersenyum ketika membaca tulisan ini

Pertanyaan 3 : Sudahkah anda membuat orang lain memperhatikan anda?
Jawbana 3: Mungkin, tapi yang sudah membuat orang lain mendengarkan dan mengikuti apayang saya sampaikan .

Pertanyaan 4: Sudah terwujudkan cita-cita saya?
Jawaban 4: Alhamdulillah sudah sebagian banyak, setiap hari bangun, tertawa, sedih, hidup dan semuanya bukan soal uang dan bukan soal ketakutan yang ditimbulkan konsultan finasial.

Kalo sudah tua memang senangnya mengkliping kejadian masa lalu yang akan terus dibawa, tapi biar lebih indah klipingnya selalu harus ada sentuhan kekinian dan sedikit coretan.



Selasa, 26 Agustus 2008

Harus (tonton) Miley Cyrus


Jangan tanya saya soal frekuensi menonton bioskop. Jarang sekali !! TV masih menjadi hiburan paling utama. Begitu besar peran dan pengaruhnya. Kecuali perannya dalam mewujudkan ketakutan sahabat saya, Kiki (Menonton Brian Boy Generation)


Mengisi 2008 ini, saya menambah satu tontonan tv favorit yang hampir tidak pernah saya lewatkan setiap Senin – Jumat. Hannah Montana / Miley Cyrus menjadi jadwal wajib tonton setiap hari jam 8 malam. Biasanya Jumat malam saya melewatkannya karena kegiatan lain. Diantara Disney Princess yang telah, sedang, atau akan popular, Miley Cyrus berkesan buat saya.


Menurut saya mukanya paling tidak cantik dibandingkan Hillary Duff, Vanessa Hudgens, Salena Gomez, Raven Symoné, dan Demi Lovato. Tapi MC tampil apa adanya, dengan suara yang cenderung sengau dan penampilan apa adanya.


Minggu ke tiga Agustus , MTV TRL mededikasikan satu minggu episode untuk mencari Ultimate Miley Crus Fans. Keahlian acting, menjadi presenter, nara sumber dalam sesi talkshow membuat saya kagum bertubi-tubi.


Ketika photo MC sedang mandi dan pose-pose nakal dari iphonenya yang dicuri bocor di internet, MC meminta maaf di Good Morning America dengan lantang. Kreativitasnya bersama sahabatnya Mandy Jiroux, membuat video singkat di youtube mampu dikunjungi jutaan orang.


Teman-teman saya bertanya, ada apa dengan Miley Cyrus?

She has more than 7 things I like !!

Breakout, her latest album is already hit the shop.


Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Miley_Cyrus

Bryan Boy Generation

The It Fag fashion Icon saat ini adalah Bryan Boy. Seorang blogger yang tulisan dan reviewnya sudah muncul di semua blog dan majalah fashion internasional. Gaya banci Fillipina ini menginspirasi Marc Jacobs dan membuatnya namanya diabadikan menjadi sebuah nama tas.

Di saat lain saya ditelp Kiki, sahabat yang beranak laki laki, Rami umur 6 tahun.


Kiki : Dimana ‘ ?


BB : Rumah, gak kemana-mana! Dimana ?


Kiki : Rumah, baru mau pergi, mau ngajak Rami beli game PSP

Lo nonton TV gak ? Liat itu mengerikan tampilan Ivan Gunawan


BB : Heh, emang kenapa ?


Kiki : Gw takut, dia tuh kayaknya bikin baci tuh jadi tren gitu lah, banci pake hak tinggi


BB : Dia bikin gaya banci jadi komoditi


Kiki : Iya, gw takut tiba-tiba ada anak-anak meletek sejak dini udah maksa pake sepatu hak.

kalo dulu yang meletek mah ya sudah, tapi gak diracuni tv karena jadi keliatan keren kalo sepatu hak.

Sumpah gw takut !!


BB : Segitu takutnya ?


Kiki : Iya beneran.


BB : Dosa ditanggung masing-masing lah, kemaren homo keberatan dengan berita soal Ryan yang memojokan, tapi yang lain bikin banci jadi tren.


Kiki : Sumpah gw masih takut !!



Kemudian saya googling soal representasi waria / gay di TV untuk menambah informasi, yang ditemukan adalah sebagai berikut :


sumber : http://ruangfilm.com/forum/viewtopic.php?t=789

Dikirim: Tue Aug 05, 2008 2:49 pm

Kirimkan subyek: PERLUKAH PERAN BANCI/GAY/ DI INDUSTRI HIBURAN diLENYAPKAN?

SAAT INDUSTRI HIBURAN DI RAMAIKAN DG HADIRNYA PERAN BANCI,WARIA, GAY DAN SEJENISNYA..

tampilnya mereka di TV mau tidak mau mempengaruhi "hajat" hidup banyk org, banyk yg meniru gaya bahasanya, tingkah lakunya maupun ber busananya...

ada yg menganggap ini contoh buruk, bagi generasi muda dan anak2..istilahnya MEMASYARAKATKAN BANCI, DAN MEMBANCIKAN MASYARAKAT... sebaliknya ada yg fine2 aja, menganggap cm hiburan n lucu2an...

dg adanya kasus RYAN gay pembunuh, kehadiran mereka sedikit bnyk jadi sorotan...

pertanyaan nya, perlukah kehadiran mereka di pertahankan atau di hilangkan...?????????

Dikirim: Tue Aug 05, 2008 3:25 pm

pernah ada anak tetangga ku, ditanya cita2 nya sama bapaknya;

"kalo udah besar mau jadi apa?' tanya sang bapak

"kalo adik udah besar, mau jadi seperi MADAME IVAN...", JWB SI ANAK DG LUGUNYA...

industri TV punya pengaruh sangat besar terhadap perkembangan mental anak bangsa....

kalo tiap hari di suguhkan banci/waria, pastinya punya pengaruh ke jiwa anak2 yg blm ngerti apa2....


sumber : www.halaman.net


Menonton televisi tampaknya membawa dampak negatif pada perkembangan anak dibanding dampak positif. Dari televisi anak-anak dapat menyaksikan semua tayangan, bahkan termasuk yang belum layak mereka tonton, mulai kekerasan dan kehidupan seks.

Dr. Endang Darmoutomo, MS, SpGK, mengungkapkan kecenderungan menonton tv terlalu lama akan meningkatkan angka obesitas pada anak-anak. Satu jam nonton tv misalnya, akan meningkatkan obesitas sebesar 2%. Pasalnya selama menonton TV, lanjut Dr. Endang, anak lebih banyak ngemil dan tak melakukan aktivitas olah tubuh.

Saat anak nonton tv, kalori yang dibakar hanya 36 kkal/jam, padahal apa yang dia konsumsi jauh melebihi kalori yang digunakan. "Anak perlu aktif untuk bertumbuh," tandas Dr. Endang.

Obesitas tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan karena mengundang berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan sendi, penyakit jantung koroner hingga stroke saat anak dewasa, namun juga dapat mengganggu psikologis anak. Ingat, obesitas akan terbawa saat anak dewasa jika tak ditangani secara baik. Mungkin ia akan merasa malu, rendah diri, bahkan merasa tak berharga karena memiliki tubuh 'berbeda' dibanding teman-teman di lingkungannya.

Apa lagi dampak negatif menonton televisi pada anak selain obesitas? Ternyata menonton tv terkait erat dengan kecerdasan. Menurut Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA (K) mengutip hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievement.

Lebih bijak rasanya kalau kita menemaninya sembari memberikan pengertian mengenai acara yang berlangsung

Waduh!!

Anak-anak yang senang menonton tv dan bercita cita menjadi Madame Ivan akan segera terwujud karena obesitas.

PS:

Saya bukan hendak menghakimi tapi ini menjadi salah satu perhatian saya terhadap besarnya pengaruh televisi. Ketakutan sahabat sekaligus ibu akan situasi ini menjadi sebuah pekerjaan sulit dirasakan buat mereka yang menjadikan banci / gay sebagai komoditi.

Olimpiade Beijing & Kembang Api Summarecon



Pertunjukan spektakuler nan ultra modern tanpa disadari sangat bergerak begitu cepat bergantian. Konser U2 dan Madonna masih membuat saya berdecak kagum ketika melihat konsernya via youtube & DVD. Madonna yang baru saja memulai Sweet & Stick Tournya, bekerja keras untuk kembali menghadirkan sebuah konser yang lekat di hati. Setelah melihat konser terbarunya di youtube, sepertinya Confessions on the dancefloor masih menghadirkan sesuatu yang lebih. Keingintahuan berikutnya adalah tinggal menunggu album baru U2 menyusul konser yang pasti dinanti.

Dua ikon musik itu menjadi patokan dalam membuat sebuah pertunjukan yang spektakuler buat saya sebelum saya melihat pembukaan Olimpiade Beijing 2008.

Saya merasa sangat beruntung dan menjadi salah satu yang berterima kasih kepada TVRI untuk siaran langsung acara yang saat ini memegang rekor sebagai acara tv paling banyak ditonton.

Buat saya pertunjukan di pembukaan Olimpiade Beijing 2008 membuat mereka keturunan Tionghoa semakin percaya diri dalam melakukan apapaun. Mungkin saja mereka sangat yakin lebih hebat dari Madonna atau U2 J

Keseluruhan acaranya membuat air mata sudah berada di ujung mata untuk menetes. Disutradarai oleh Zhang Yimou, Koreografer Zhang Jigang and Chen Weiya dengan piñata musik Tan DunTata. Semuanya diramu dengan tata lampu yang disediakan oleh Martin Lighting yang didesain oleh Sha Xiao Lan dengan lighting production yang dipegang oleh CCTV – Central China Television, semuanya Made In China

Sumber :

www.martin.com

http://en.wikipedia.org/wiki/2008_Summer_Olympics_Opening_Ceremony

Jika ketinggalan coba pesan rekaman pertunjukannya di http://www.mediabanc.ws/

lebih gampang kalo ada di Glodok ya.

Pertunjukannya terasa paripurna jika ditutup dengan kembang api. Meskipun ada pro kontra diantara kembang api Olimpiade Beijing 2008, tapi penonton tidak berkurang kekagumannya.

Meskipun saya tidak melihat pertunjukan kembang api pembukaan Olimpiade Beijing secara langsung, akhir minggu kemarin saya berkesempatan melihat pertunjukan kembang api yang cukup membuat menganga di Serpong. Dalam skala Indonesia pertujukan kembang apai dengan iringan musik menjadi terbesar dengan penonton sebanyak 10.000 orang. Berlangsung malam hari di lapangan tanah yang tanpa disadari debunya tingkat akut. Meskipun sambil bekerja, menonton pertunjukan kembang apinya menjadi sangat bersemangat karena penonton datang dengan semangat. Sangking semangat mereka rela beradu mulut ketika tidak diizinja n masuk tempat pertunjukan.

Helarfest 2008


Hampir setiap akhir minggu di Juli-Agustus, saya pulang ke Bandung untuk sekedar menghibur diri hadir di beragam acara Helarfest 2008 yang menarik hati dan menyegarkan mata. Saya banyak melewatkan banyak acara yang digelar di hari kerja, jadi saya berusaha khusyuk menikmati acra yang digelar pada Sabtu-Minggu.

Tidak hanya melihat gambar monyet yang beredar di Bandung saat ini. Monyet dengan mata berbinar-binar yang saat tampil dimana mana ini bernama Surili, maskot Helar Festival 2008. Surili dipilih diantaranya karena spesies asli Jawa Barat dan memiliki karakter binatang yang senang bercanda dan senang berkumpul yang menjadi sebagian representasi orang Sunda.

Khususnya saya menanggapi, tidak usah kecil hati dan gampang tersinggung disebut monyet. Mengikuti sekelompok orang dan mengutip judul novel Mereka Bilang saya Monyet, seharusnya saya menjadi monyet yang membanggakan bagi sekitar dan lebih banyak bertindak.

Surili dengan berbagai pose tergambar di materi promosi Helarfest yang menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif yang berkembang dalam lingkup kota Bandung. Peristiwa monumental ini disebut sangat membanggakan dalam pidato Ibu Presiden, Ani Yudhoyono dalam pembukaan Pameran Ekonomi Kreatif Indonesia 2008 pada 7 Agustus 2008 di Jakarta. Saya ikut bangga !! dalam hati saya tidak bisa menahan rasa itu. Bukan berarti saya mencintai Ibu Presiden, dipastikan karena saya kagum melihat mereka yang bekerja, semua ini demi Bandung. Saya bangga sebagai warga Bandung bisa mengalami peristiwa ini, padahal tidak sedikit yang terlibat bukan orang Sunda atau warga Bandung tapi mau bekerja demi Bandung.

Disaat bersamaan dengan Helarfest yang berlangsung dari Juli – Agustus 2008 ini, di luncurkan juga film animasi Kabayan dan Liplap. Film hasil pemikiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Mentri Perindustrian & Perdagangan, Marie Elka Pangestu. Film ini juga menjadi salah satu kampanye kebanggaan nasional atau National Pride Campaign.

Tokoh rekaan asal Sunda, Kabayan sangat dekat bagi mereka orang sunda. Apakah peristiwa ini membuat saya harus bangga untuk kesekian kalinya kemudian disusul dengan menitikkan airmata sebagai aksentuasi rasa haru biru seperti warna jeans Sixteen d’Scale? Tidak hanya membuat saya bangga tapi juga bersemangat. Wujud nyata sebagian impian Bandung terus memiliki tokoh rekaan selain Kapten Bandung dalam bentuk komik, Kabayan animasi melengkapi kepuasan visual dilengkapi dengan impian Bandung melalui Helarfest 2008 dengan banyak aktivitas, mulai dari festival budaya tradisional masyarakat Sunda, festival industri clothing independent, konser musik, pemutaran film, pameran arsitektur dan seni visual, proyek seni ruang publik hingga seminar urban planning dan budaya kreatif.

Kerja keras yang telah dilakukan oleh semua tim dibalik kegiatan luar biasa, termasuk menjadikan Surili dan Kabayan berada pada posisi menyaingi tokoh tokoh rekaan popular seharusnya diberi rewards. Rasa bangga dari saya sepertinya tidak sepadan dengan apa yang telah mereka lakukan. Lebih dari itu, doa dihaturkan untuk mereka untuk terus bekarya dan bekerja untuk banyak kebaikan terwujud di Bandung.

Sumber:

www.helarfest.com

www.depperin.go.id