Senin, 07 April 2008

Long awaited Sting Sacred Love World Tour in KL

Salah satu daftar tunggu usaha mengisi pengalaman hidup keduniawian saya,diantaranya adalah bertemu,melihat,atau menonton konser dari beberapa my most dreamed father figure. Dia sekaligus teman khayal saya ketika masa puber menghantui. Di sela waktu bekerja dalam sebuah diskusi distribusi musik & analisis entitas musik, keinginan itu terwujud ketika saya mendapatkan kesempatan istimewa untuk menonton konser Sting di Kuala Lumpur 1 Februari 2005. Konser di KL ini merupakan bagian dari Sacred Love World Tour. Sebelum tampil di KL, Januari 2005 Sting menggelar konser di Singapura,Thiland, India,dan Korea Selatan.

Konser Gordon ‘Sting’ Sumners di Kuala Lumpur digelar di Putra Stadium,Bukit Jalil. Dengan keunggulan transportasi publik, tempat konser yang sangat jauh dari pusat kota bisa dicapai dalam 30 menit,

Harga tiket konser dijual dengan harga RM128, RM228, RM348 and RM468.Untuk membeli tiket tidak perlu antri karena ternyata jumlah penonton hanya sekitar 5000 penonton. Jumlah tersebut hanya mengisi sekitar 60 persen dari kapasitas total tempatnya.Jumlah ini mungkin tidak terlihat oleh Sting dari panggung, karena bantuan tata lampu yang bisa mengkamuflase

Jumlah penonton tidak sesuai dengan bayangan saya,karena konser Sting kali ini merupakan konser kedua di Asia Tenggara setelah satu dekade Sting tidak menggelar konser. Dengan percepatan intuisi mengenali orang Indonesia yang sudah paten, dipintu masuk saya melihat Udjo& Tika P Project, kemudian bertemu dengan usher ticket yang adalah mahasiswa asal Indonesia. Konser yang rencananya dimulai jam 20.30,baru dimulai jam 21.45. Menunggu lebih dari satu jam tidak terasa,dihabiskan dengan melihat tingkah polah stereotipe satu kumpulan penonton asal Jakarta yang mendambakan eksistensi dan mencari perhatian, tidak ketinggalan potongan rambut asal salon seribu orang di Jakarta Selatan.

Konser dimulai dengan interlude instrumental A Thousand Years, lagu yang paling saya tunggu, dibantu dengan tata lampu yang sepertinya kebiruan (red. penulis adalah seorang buta warna parsial). Sting mulai terlihat dengan setelah hitam dengan detail putih dikerah dan ujung tangan kemeja. Impresi kata awal adalah tua,kemudian kagum dengan figurnya. karena saya yakin dia berhasil dengan kegiatan yoga bersama istri tercinta Trudie Styler.

Dessert Rose yang sangat kekinian menjadi lagu pembuka,kemudian suasana musik mgalami lompatan ke era 80an,Message in the bottle menjadi lagu berikutnya. Setelah selesai menyanyi Sting menyempatkan untuk menyapa penonton dalam Bahasa: ”Selamat malam & apa kabar? ”

Dari album Dream of the blue ,Sting menyanyikan If you love somebody set them fee yang disambung dengan Brand New Day dari album berjudul sama dengan dilengkapi 51 Fender Precision Bass dan band yang menjadi keluarganya selama Sacred Love World Tour ini. Beberapa personil band telah bekerja sama dengan Sting selama hampir 20 tahun. Dalam tur nya ini Sting mengajak sahabatnya Dominic Miller (guitars), Jason Rebello (piano and keyboards) and Keith Carlock (drums), Rhani Krija (percussions, Donna Gardier (back-up vocalists), Joy Rose (back-up vocalists) yang biasanya mengisi vocal di kompilasi album Café Del Mar, juga tidak ketinggalan co-producer album Sacred Love, Kipper (keyboards).

Setelah memperkenalkan personil band nya,Sting kemudian menyanyikan 4 klasik hitsnya secara berurutan.Shape of my heart yang kurang dikenal penonton, kemudian Englishman in New York yang mulai dikenali penonton setelah verse pertama dan dilanjutkan dengan menyanyi bersama dalam keadaan duduk kecuali penonton dari Indonesia & Asing.

Fragile dinyanyikan Sting dengan petikan Guild acoustic guitar yang ukurannya bisa diasosiasikan dengan mini Balenciaga bag. Lagu ini juga ternyata kurang dikenal,mengecewakan!! sementara saya sudah menghabiskan suara untuk kesempatan bernyanyi bersama. Fields of gold menjadi lagu berikutnya ternyata cukup dikenal

Tanpa berinteraksi dengan penonton yang mungkin terlihat canggung, Sting langsung menyanyikan Sacred Love yang menjadi judul tur nya kali ini dengan sentukan remix pada musiknya,meskipun Sting tidak mengajak Victor Calderone. Giliran Joy Rose(back up vocalist) menunjukan kemampuan mencapai nada nada mendekati luar batas ambang oktaf. Dia berduet bersama Sting menyanyikan lagu Whenever I Call Your Name yang di dalam album Sacred Love dinyanyikan secara duet oleh Sting dan Mary J.Blige .

Intro dari Every little thing she does is magic tidak mengubah posisi duduk mayoritas penonton, saya berkeluh, sebenarnya lagu apa yang mereka ingin dengar di konser ini.Sampai pada refrain lagu tersebut, penonton mulai berdiri,itu pun karena ajakan Sting & 2 orang back up vocalist nya.Sungguh mengecewakan ketika produk yang sekampung dengan Sting,TopMan& TopShop menjadi item yang digemari di KL!!

Penonton kemudian duduk kembali setelah lagu berakhir,kemudian lagu Roxanne dibawakan dengan gaya musikalitas yang luar biasa,Sting mengajkak kita dengan wahana musiknya ketika bersama Stewart Copeland dan Andy Summers, Phoenix Jazz Band, dan River City Jazzmen. Lagu keempat belas ini dijadikan sebagai lagu penutup semu.

Setelah melewati ritual penonton meminta tambahan lagu, Sting menyanyikan Desert Rose,lagu yang terkenal dengan bukti penonton mulai menikmati sambil berdiri dan menyanyi bersama lagu ini. If I ever lose my faith in you yang dinyanyikan kemudian hanya membuat tetap berdiri meskipun penonton kurang mengenal lagu ini.

Tidak menjadi terkejut, karena lagu yang membuat hampir semua penonton menyanyi adalah Every breathe you take.Lagu yang menjadi penghasilan tambahan bagi Sting karena royalty lagu ini adalah US$2.000 per hari menurut Internet Movie Database.

Seperti karya karyanya yang hebat dan sudah banyak memenangkan Grammy, termasuk nominasi untuk Grammy tahun ini, tidak ketinggalan Emmys,dan Golden Globe, Sting juga sangat hebat menutup konsernya dengan memnyanyikan lagu A thousand years. Kepuasaan yang sama mungkin didapat oleh seorang fashionista ketika melengkapi koleksi Spring Summer 2005 dengan Pharrell’s LV Spectacles.

Penonton dengan tertib keluar sambil berjalan cepat karena konser yang berlangsung selama lebih kurang 2 jam menunjuk pada jam 23.00,sedangkan transportasi publik akan segera tutup. Saya dan banyak orang sangat beruntung masih bisa pulang.

Di perjalanan pulang saya mulai menulis tulisan ini dan berharap saya bisa memiliki kesempatan menonton peran Sting dalam The Threepenny Opera, atau saya memilki kesempatan belajar ayahuasca, dan bercerita pada seorang teman penulis yang sibuk bekerja di sebuah advertising yang memilki fantasi bersama ayah dari Joseph, Fuchsia, Mickey, Jake, Coco dan Giacomo.

Tidak ada komentar: